Rabu, Agustus 22

MENTERI PERTANIAN “BEKERJA” DI MAGETAN

MAGETAN-Kunjungan kerja menteri Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman, MP di Kabupaten Magetan tanggal 7 Mei 2018 terpusat di 3 titik kegiatan, yaitu Optimalisasi Penggunaan Alsintan (OPA) di Desa Campursari Kec. Sidorejo, BEKERJA di Desa Tanjungsari Kec. Panekan, serta Panen Pedet di Desa Cempoko Kec. Panekan. Hadir dalam acara Aster Kasad, Danrem 081/DSJ, Bupati Magetan, Dandim 0804 Magetan, Karo Humas kementan, Ketua STPP Malang, Kepala Pusvetma, Kepala Balitkabi dan Kepala BPTP Jatim.

Kecamatan Sidorejo memiliki potensi lahan sawah 915 hektar, memperoleh bantuan alsintan APBN berupa traitor roda dua 15 unit, pompa air 3 unit, kultivator 3 unit, mesin pemipil jagung 2 unit serta power tresher 1 unit. Pada lokasi ini, Mentan menyaksikan penggunaan alsintan olah tanah. Mentan berharap petani memanfaatkan alsintan yang telah diberikan pemerintah. Alsintan yang diturunkan sudah sesuai permintaan daerah. Bahkan sebanyak 1.500 unit sudah dilakukan relokasi alsintan yang belum sesuai.

Kunker kedua di lokasi Panen Pedet, Mentan melaksanakan serangkaian acara peninjauan panen pedet dan IB, peninjauan pameran, penanaman hijauan pakan ternak (Indigofera), gerakan minum susu untuk 2.000 peserta, arahan Mentan dan dilanjutkan dengan dialog bersama.

Di lokasi “BEKERJA” Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera berbasis pertanian, Mentan memberikan bantuan
500 ekor kelinci, 50 unit Kandang, Pakan untuk 6 bulan serta Obat-obatan. Total bantuan 220 juta rupiah. Bantuan ini sebagai dukungan dan sinergi dengan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dari Badan Ketahanan Pangan untuk kabupaten Magetan di 4
Lokasi, yaitu : (1)Kelompok Serut Jaya, Desa Sidokerto, Kec Sidorejo (2)Kelompok Sumber Rejeki, Desa Kentangan kec Sukomoro, (3)Kel. Mawar, Desa Tebon, Kec Barat dan (4)Kel. Melati, Desa Milangasri, Kec Panekan dengan alokasi masing-masing sebesar 50 juta per-lokasi.

Diakhir acara mentan berpesan agar ternak kelinci tersebut dipelihara dengan baik supaya berkembang dan mampu menjadikan Magetan menjadi cluster pengembangan budidaya kelinci.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *