Rabu, Oktober 16

Merajut Sinergisitas Kinerja Penyuluh Pertanian

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 mengamanatkan bahwa penyelenggaraan penyuluhan menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemerintah dan pemerintah daerah. Wujudnya adalah dengan memantapkan sistem penyelenggaraan penyuluhan pertanian dari aspek penataan kelembagaan, ketenagaan, penyelenggaraan, prasarana dan sarana, serta pembiayaan penyuluhan. Selanjutnya dalam mengimplementasikan kegiatan dilandasi dengan programa penyuluhan pertanian yang ada di tingkatan pemerintahan yaitu nasional, provinsi, kabupaten/kota.  Substansi penyusunannya dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu terdapat programa penyuluhan pertanian kecamatan dan desa/kelurahan, merupakan rencana tertulis yang disusun secara sistematis, perpaduan antara rencana kerja pemerintah dengan aspirasi pelaku utama dan pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.  Tujuannya untuk memberikan arah dan pengendali dalam pencapaian penyelenggaraan penyuluhan pertanian di lapangan.  Oleh sebab itu substansinya meliputi rencana kegiatan dalam rangka perubahan perilaku yang berkaitan dengan tingkat penerapan inovasi teknologi yang direkomendasikan, serta rencana kegiatan pendukung yang mempengaruhi keberhasilan usaha tani.  Berkaitan dengan perubahan perilaku petani dalam menerapkan inovasi, ini adalah domain penyuluh, terlebih penyuluh yang dekat dengan sumber informasi, yaitu para penyuluh yang bersatmingkal di BPTP Balitbangtan Jawa Timur.

Fungsi strategis penyuluh pertanian BPTP Balitbangtan adalah sebagai perekat dalam menjembatani antara lembaga research, penyuluh Kementerian Pertanian dengan penyuluh Provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa (Research_Extenssion_Linkage atau REL).  Misi yang dibawanya adalah dalam penyebar luasan inovasi hasil litkaji spesifik lokasi Jawa Timur.  Dengan landasan tersebut, Senen 12 Agustus 2019, empat orang Penyuluh Pertanian BPTP Jawa Timur, hadir dalam pertemuan penyusunan Programa Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Provinsi Jawa Timur yang dilakukan di Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Provinasi Jawa Timur.  Empat orang penyuluh tersebut diantaranya: Tini Siniati Koesno; Eddy Purnomo, Nasimun dan Hanik Anggraini Dewi.  Mereka ini berperan dalam menyuarakan beragam inovasi yang telah dihasilkan oleh peneliti Balitbangtan, yang diyakini bisa digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi petani dalam menjalankan usahataninya.

Pada penyusunan programa penyuluhan tersebut, dihadiri pula utusan dari: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dari Bidang yang menangani Tanaman Pangan dan Bidang Hortikultura; Dinas Peternakan;  Dinas Perkebunan dan beberapa Penyuluh Provinsi yang bersatmingkal di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.  Keseluruhan yang hadir adalah 16 orang, merupakan pertemuan yang efektif dalam merumuskan draft Programa Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Provinsi Jawa Timur untuk tahun 2020 yang dipimpin oleh Ir. Dyah, MMA. selaku koordinator penyuluh pertanian Provinsi Jawa Timur.

Hasil yang dicapai yaitu draft programa penyuluhan 2020, pada point pendahuluan, penyuluh BPTP Jatim memberikan saran perbaikan agar memasukkan Program Nawa Bhakti Satya yang gaungkan Gubernur Jatim, Dra. Indra Parawansah, MSi. dengan sebutan CETAR.  Artinya yaitu cepat, efektif, efisien, tanggap dan transparan dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, termasuk petani tentunya.  Selanjutnya yaitu perbaikan data-data keadaan, target dan sasaran tahun 2018, 2019 dan tahun 2020 dari tiga dinas yaitu Perkebunan, Peternakan dan Dinas Pertanian.  Dalam pertemuan selanjutnya, penyuluh BPTP Jatim dan Penyuluh Dinas pertanian Provinsi berkolaborasi dalam menyusun matriks programa penyuluhan pertanian 2020, disinilah rohnya programa itu.  Pada lembar pengesahan, selain tiga Kepala Dinas (Pertanian, Peternakan dan Perkebunan), untuk tahun 2020, Kepala BPTP Balitbantan Jawa Timur juga membubuhkan tanda tangan pada lembar pengesahan.  Ini adalah bukti keberhasilan karya nyata BPTP Balitbantan Jawa Timur dalam merajut dan membangun sinergitas di wilayah kerjanya, Jawa Timur.

Perlu diketahui bahwa pada tahun sebelumnya, hal ini tidak pernah dilakukan. Sebagai tindak lanjut dari penyusunan programa penyuluhan tersebut, akan diikuti dengan penyusunan Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian yang dilengkapi dengan hal-hal yang dianggap perlu untuk berinteraksi dengan pelaku utama dan pelaku usaha (Tn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *