Rabu, Oktober 16

Nakula Sadewa Dongkrak Produksi Jagung di Nganjuk

(Nganjuk, 06/09/2019) Panen jagung dilaksanakan pada acara Temu Lapang Panen Jagung NASA di Desa Joho Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk dihadiri oleh Bupati Nganjuk, Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Tanaman Pangan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Kapuslitbangtan), Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jatim, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) Maros, Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), FORKOPIMDA Nganjuk, peneliti, petani, dan penyuluh pertanian lapang.

Bupati Nganjuk dalam arahannya mengatakan bahwa Nganjuk merupakan daerah potensial untuk pengembangan pertanian, 44% pendapatan asli daerah (PAD) Nganjuk disuplai dari sektor pertanian. Jagung merupakan salah satu komoditas yang potensial, sehingga tepat memilih Nganjuk sebagai tempat demplot untuk pengembangan jagung varietas NASA yang mempunyai produktivitas tinggi. Namun demikian, lebih lanjut Bupati Nganjuk mengkhawatirkan adanya ancaman terhadap perkembangan Pertanian dewasa ini, yaitu minat pemuda ke pertanian rendah, upah tenaga kerja mahal, tenaga kerja kurang, lahan pertanian semakin sempit akibat alih fungsi lahan. Pemerintah Daerah Nganjuk menetapkan lahan seluas 34.000 ha untuk dilindungi guna mendukung ketahanan pangan(LP2B) dan mencegah penurunan produktivitas lahan akibat berkurangnya pasokan air.

Beberapa hal yang menjadi langkah kedepan antara lain: antisipasi tren harga komoditas saat panen, perubahan sistem pertanian tradisional menjadi pertanian modern (Smart Farming/Precision Farming 4.0), penguatan sinergi antar lembaga/instansi untuk meningkatkan produksi melalui varietas unggul, meningkatkan kesadaran ke pertanian sehat; tunda jual dengan didukung fasilitas kredit lunak dari perbankan, pembentukan sistem plasma-inti dengan di fasilitasi gudang penyangga untuk antisipasi harga agar tidak jatuh ketika panen raya serta meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian.

Bupati Nganjuk juga berharap adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak terutama Pemerintah Pusat terutama dukungan Alsintan. Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Suwandi menyampaikan hasil jagung NASA yang ditanam di Kabupaten Nganjuk dengan produktivitas sebesar 9,3 ton/ha ini diharapkan mampu mendorong swasembada jagung Nasional, terutama. Produksi ini lebih tinggi dari rata-rata produksi Jatim saat ini sebesar 5,1 ton/ha.

“Agar efisien input, gunakan varietas unggul, gunakan pupuk produksi sendiri, teliti sebelum membeli pestisida atau obat-obatan, bangun kemitraan dengan Bulog/peternak/industri pakan, tunda jual untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi, tingkatkan nilai tambah dengan mengolah hasil panen; tingkatkan kapasitas Kelompok tani atau Gapoktan untuk naik kelas menjadi badan usaha yang berbadan hukum dan manfaatkan fasilitas asuransi pertanian agar petani Nganjuk di masa akan depan bisa menjadi penentu harga (price maker)”. pesan Dirjen Tanaman Pangan.

Di akhir sambutannya Dr. Suwandi menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian terus memantau kondisi terutama di musim kemarau. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanamn Pangan siap memberikan bantuan berupa pembuatan sumur, pompanisasi sumber air dangkal, bantuan benih hingga upah kerja dan biaya operasional untuk pengairan lahan. Pada sesi diskusi yang dipandu Bupati Nganjuk, Dirjen Tanaman Pangan mengarahkan agar di Nganjuk terbentuk Penangkar Benih yang handal untuk komoditas tanaman pangan terutama padi dan jagung. Dirjen Tanaman Pangan pun mengingatkan agar subsidi atau bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah bisa digunakan sebaik-baiknya dan dengan cara yang bijaksana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *