Rabu, November 21

Optimalkan Kaji Terap Bawang Putih di Lumajang, BPTP Terjunkan Tim Ahli Untuk Temu Lapang Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Bawang

BPTP Jawa Timur menghadiri Temu Lapang Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh pada tanaman Bawang putih kegiatan Kaji Terap Bawang Putih yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang di Kelompok Tani Kayu Manis Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Kamis 5/9/2018. Acara dibuka oleh Koordinator BPP Senduro yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian kabupaten Lumajang, Babinsa, Kepala Desa, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jawa timur, PPL serta perwakilan kelompok tani dan petani se-Kecamatan senduro.

Koordinator BPP Senduro Hendrik Pamuji SP menjelaskan, tujuan dari kegiatan temu lapang ini untuk menyebarluaskan dan memperkenalkan teknologi tepat guna melalai aplikasi zat pengatur tumbuh pada tanaman bawang putih, sekaligus temu lapang bisa untuk memberikan pengalaman bertanam bawang putih dengan tepat dari program kaji terap yang dilaksanakan, agar petani di Desa Argosari dan Desa Ranupani semakin tertarik untuk menanam dan berbudidaya bawang putih.

Kasi Edy Santoso SP mewakili dari Dinas Pertanian Lumajang menjelaskan temu lapang adalah suatu metoda penyuluhan yang mendekatkan petani ke lahan terutama ke areal percontohan, dalam hal ini kaji terap bawang putih dari BPTP Jawa Timur dengan harapan nanti petani yg hadir bisa menerapkan dilahan masing-masing, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi bagi Penyuluh Pertanian dan pengguna teknologi dalam penerapan dan pengembangan inovasi terkini, “Ungkapnya”.

Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Kandang Tepus Kasiyan mengungkapkan, dulu di tahun 90-an di Senduro banyak petani menanam bawang putih, oleh karena dan terkendala faktor pemasaran dan penanggulangan hama penyakit yang tidak tepat waktu, itu akhirnya banyak petani yang beralih ke tanaman wortel, sawi, kentang. Dengan adanya temu lapang dan kaji terap bawang putih ini, kami menyaksikan dan melihat sendiri dari hasil yang didapatkan dengan harapan, nanti akan banyak petani yang mulai melirik dan menanam bawang putih, “Harapnya”.

Salah satu petani yang melaksanakan kaji terap bawang putih Purwanto menjelaskan kami sudah membuktikan dan membudidayakan Bawang putih dengan ZPT, “Alhamdulilah dari lahan kaji terap yang saya tanam cocok di daerah saya umur tanaman 67 hari pemupukan dasar menggunakan pupuk organik dari kambing, aplikasi pengobatan interval 3-4 hari dan menggunakan ZPT aplikasi 3x tanaman sudah nampak terlihat kokoh dan berumbi, “Ungkapnya”.

Selaku petani iapun mengungkapkan tentang praktik dan pengaplikasian ZPT untuk dilakukan 2-3 jam sebelum ditanam dan disesuaikan dengan ketersediaan tenaga tanam. Memang jelas sangat tampak ada perbedaan antara yang ada perlakuan ZPT dan yang tidak ada perlakuan ZPT tanaman bawang putih kurang seragam dalam pertumbuhannya”. Lebih lanjut, Purwanto ingin mengajak petani yang lain untuk menanam bawang putih sekaligus berharap nanti kedepan Pemerintah memberikan regulasi standart harga yang bagus untuk komoditas bawang putih, “Imbuhnya’

Dalam pemaparannya Ir. Tini Siniati Koesno, M.Si yang mewakili Kepala BPTP Jawa Timur menyatakan bahwa Kabupaten Lumajang merupakan salah satu Kabupaten yang sangat berpotensi untuk pengembangan areal bawang putih. Tugas kami dari BPTP Jawa timur untuk meyakinkan petani melalui kaji terap bawang putih ini dalam upaya untuk pembangunan Pertanian Nasional guna mewujudkan Swasembada Bawang Putih 2021. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sudah 30 tahun kita tergantung pada impor bawang putih dan mari kita bersama bergerak dan kita buktikan bahwa Indonesia mampu menanam dan memproduksi bawang putih. Dengan spirit dan perlahan kita kembalikan kejayaan bawang putih di Indonesia khususnya di Jawa Timur, “Ungkapnya”.

Kedepan dari hasil kaji terap varitas yang cocok yaitu lumbu kuning dan aplikasi pupuk organik sebelum tanam dan aplikasi tricoderma (agen hayati) untuk menanggulangi layu fusarium pada tanaman bawang putih Dan sudah kita saksikan bersama melalui kaji terap bawang putih bahwasanya Bapak Purwanto sudah membuktikan dengan menanam dan membudidayakan Bawang putih dengan ZPT, yang berfungsi sebagai perendaman benih bertujuan ada keseragaman pertumbuhan umur dan umur 21 HST, Hasil sudah tampak seperti yang telah dibudidayakan Bapak Purwanto petani bawang putih Kandang Tepus, “Pungkasnya”. Diperta-LMJ (Ay-Ay)

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/gerbangdaerah/detail/17168/optimalkan-kaji-terap-bawang-putih-di-lumajang-bptp-terjunkan-tim-ahli-untuk-temu-lapang-aplikasi-zat-pengatur-tumbuh-bawang-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *