Kamis, Oktober 18

Panen Bersama Kacang Tanah Bioindustri di Tuban

Tuban, 8 September 2018 – Bertempat di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, BPTP Jawa Timur dalam kegiatan bioindustri berbasis kacang tanah melakukan panen bersama dengan petani binaan BPTP Jawa Timur dan petani Kendal, Jawa Tengah. Serta dalam acara tersebut juga diadakan sosialisasi perbenihan kacang tanah Varietas Unggul Baru Hypoma 1.

Acara ini difasilitasi oleh Prisma (LSM pemberdayaan masyarakat) yang mempertemukan petani kacang tanah dari Kendal Jawa Tengah dengan petani bioindustri binaan BPTP Jawa Timur. Di Kabupaten Tuban terdapat 4 (empat) kecamatan penghasil utama kacang tanah, yaitu: Kec. Palang, Merakurak, Jenu, dan Semanding. Turut hadir dalam acara itu adalah perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, BPSB Kabupaten Tuban, BPTP Jawa Timur, kelompok tani dan penangkar benih bioindustri, petani Kendal, dan perwakilan petani di 4 (empat) kecamatan sentral kacang tanah dengan jumlah peserta sekitar 150 orang. Acara didahului dengan panen bersama dan dilakukan ubinan. Dari ubinan dihasilkan kacang tanah sebanyak 11,4 ton/ha.

Disamping panen bersama acara ini juga sebagai ajang untuk saling menukar pengalaman dan berbagi informasi mengenai permasalahan budidaya kacang tanah, khususnya dalam perbenihan kacang tanah. Ir. Supriyono mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban mengatakan bahwa Desa Cendoro merupakan salah satu wilayah penghasil kacang tanah yang menjadi produk unggulan Kabupaten Tuban. Varietas yang umum dikembangkan adalah Hypoma 1. Hypoma 1 merupakan persilangan antara Var. lokal Tuban dan Var lokal Lamongan. Var. Hypma 1 mempunyai potensi produksi tinggi dan diminati oleh Agroindustri.

Kepala BPTP Jawa Timur Dr. Chendy Tafakresnanto dalam sambutannya berharap bahwa pengembangan kacang tanah di Tuban ini dapat menjadi pembelajaran petani kacang tanah Kendal. Teknik budidaya dapat diterapkan di Kendal, karena secara agroekosistemnya mirip. Hal ini perlu dilakukan agar kacang tanah yang dikembangkan dapat menghasilkan produktivitas tinggi. Beliau berharap agar petani bukan hanya fokus ke kegiatan on farm tapi juga off farm, agar komoditas kacang tanah mempunyai nilai tambah.

Acara diakhiri dengan sesi diskusi dengan yang dipandu oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban yang menghadirkan penangkar kacang tanah dan kooperator bioindustri Bpk Husna Al Susono dan Ka. BPTP Jawa Timur. Hasil diskusi antara lain adalah potensi perbenihan dan usahatani kacang tanah bioindustri Var. Hypoma 1 mampu meningkatkan produksi sampai 1-2 ton/ha glondong basah dibandingkan dengan Var. Lokal. Aplikasi Biourin sebagai pupuk dan Biourin sebagai pestisida dengan penambahan empon-empon dapat meningkatkan produksi kacang tanah. Pemanfaatan kotoran ternak sapi sebanyak 2 ton/ha juga dapat meningkatkan produksi kacang tanah. Semua limbah kacang tanah dapat sebagai pakan ternak dan konsep bioindustri dapat terapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *