Rabu, Agustus 22

Panen Padi Serentak

Jawa Timur tak dapat dipungkiri bila telah memberikan kontribusi sebagai penyangga pangan secara nasional. Hal ini dibuktikan walau di penghujung tahun 2017 di bulan Desember ini, masih menyisahkan panen padi luas 1.041ha, walau di beberapa wilayah mengawali tanam. Memang begitu kenyataannya di lapang, komoditi strategis yang satu ini tiada henti ditanam dan dipanen sepanjang tahun. Mengawali musim pengujian, di bulan Desember 2017 ini, kebanyakan petani melakukan tanam padi, bahkan sudah tanam sejak bulan November 2017. Namun demikian beberapa wilayah di Jatim, diantaranya Kabupaten Jombang, Minggu 17 Desember 2017 para petani masih melakukan panen padi di Desa Banjarsari, kecamatan Bandar Kedung Mulyo, seluas 140 hektar. Untuk membanggakan hasil karyanya, pada kegiatan panen padi bersama tersebut, para petani yang terwadahi dalam gapoktan Gisikan mengundang Kepala Dinas Pertanian Kab. Jombang; Ka. BPTP Balitbangtan Jawa Timur; unsur TNI dari Kodim 0814; juga menghadirkan Penguasa wilayah Kecamatan, Kepala Desa, Penyuluh, POPT, anggota Gapoktan, Poktan, sehingga jumlah keseluruhan yang hadir mencapai sekitar 55 orang. Dalam kata sambutan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Hadi Purwantoro, mengatakan bahwa hasil panen kabupaten Jombang ini diyakini mampu memberikan kontribusi yg cukup terhadap pasokan pangan masyarakat, khususnya beras, baik di Jombang sendiri, juga untuk menyumbang kebutuhan pangan nasional. Selanjutnya beliau mengatakan, unyuk hasil panen satu kali saja di tahun 2017, Jombang memberikan surplus 20.000 ton setara beras. Di tahun 2016, Jombang telah memberikan surplus setara beras 165.000 ton untuk menyangga kebutuhan beras di Jatim maupun nasional. Dengan demikian, harga beras di Jatim cukup terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *