Rabu, Agustus 22

Petani Binaan BPTP Jatim Dalam Kegiatan Bio Industri Berbasis Kacang Tanah Tularkan Inovasinya Di Kendal, Jawa Tengah.

10 Juli 2018 – Kegiatan bio industri berbasis kacang tanah di Tuban yang telah dirintis oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur menarik minat beberapa petani dan pelaku usaha di Kendal Jawa Tengah. Kegiatan perbenihan kacang tanah Varietas Hypoma1 yang telah dilakukan sejauh ini dinilai berhasil karena varietas tersebut mampu berproduksi cukup tinggi dibanding dengan varietas lokal Tuban dan bahkan lebih diminati oleh agro industri. Produksi varietas Hypoma1 lebih tinggi jika dibanding dengan varietas lokal Tuban, dengan selisih produksi antara 1-2 ton/ha.

Husna Al Susono salah satu petani binaan BPTP Jatim didampingi Sujoko, petugas penyuluh pertanian lapang (PPL) diundang sebagai narasumber budidaya dan perbenihan kacang tanah di Kab. Kendal Prov. Jateng. Atas undangan PT Prisma selaku pemasok benih bersertifikat bersama Garuda Food dan Koperasi Usaha Bersama (KUB) Citra Mandiri sebagai penyedia modal, yang dihadiri 60 orang terdiri dari petani dan Dinas terkait di Kab. Kendal.

“Kami sudah melakukan pemasaran langsung dari hasil panen kacang varietas Hypoma1 ini ke pihak agroindustry selama 2 tahun dan pada musim panen MK-1 tahun 2017 lalu mampu mengirim hasil panen sebanyak 900 ton kacang tanah glondong basah secara langsung ke PT Dua kelinci” terang Susono yang juga menjadi ketua Kelompok Tani Mulyo dari Gapoktan Tani Maju Desa Cendoro Kec. Palang.

Berbagai inovasi yang dibaginya kepada petani di Kab. Kendal terkait pola tanam dan peningkatan hasil budidaya tanaman kacang tanah dengan varietas Hypoma1 yang mampu berproduksi antara 10-12 ton/ha kacang glondong basah. Inovasi teknologi yang diterapkan dengan aplikasi pupuk kandang, biourin dan pemupukan anorganik yang tepat dosis, waktu, jenis dan pengendalian Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) yang optimal dengan memperhatikan ambang kendali. Berbeda halnya dengan kondisi di Tuban, produksi yang dihasilkan petani di Kendal dengan menanam varietas Garuda Biji Tiga (Biga) hanya mampu produksi rata-rata 6 ton glondong basah/ha. Petani di Kendal berharap dengan adanya inovasi budidaya kacang tanah dengan varietas Hypoma1 yang intensif dengan pemanfaatan aplikasi limbah ternak (pupuk kandang/kompos, biourin) dan pupuk anorganik dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yg terbukti sukses di Tuban dapat dicontoh oleh petani di Kendal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *