Rabu, Agustus 22

Rakor Sergap Jatim Serentak di 5 Subdivre

(28/06/2018) Dalam rangka mempercepat serapan gabah (sergap) dan menjamin stok beras di gudang Bulog, Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) telah menggelar rapat koordinasi percepatan sergap secara serentak di 5 wilayah Subdivre Bulog Bojonegoro, Jember, Madiun, Probolinggo dan Bondowoso.

Rakor di beberapa lokasi dihadiri oleh Tim Sergap BKP pusat yg dipimpin oleh Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan BKP, BPTP Jatim, Divre Bulog Jatim, Kasubdivre Bulog, Jajaran TNI, Kepala Dinas Ketahan Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan mitra Bulog.

Dari kabupaten Bojonegoro dilaporkan bahwa capaian sergap Bulog Subdivre Bojonegoro sampai 25 Juni lalu sebesar 26.991 ton atau 35,4 % dari target dengan selisih order mencapai 2.673 ton. Terdapat 10 mitra Bulog yg sepakat untuk menyalurkan beras sebanyak 2.700 ton selama seminggu kedepan.

Berbeda halnya di Jember, 12 mitra Bulog sepakat untuk menyalurkan beras sebanyak 1.400 ton selama 7 hari kedepan. Bahkan, hingga akhir Agustus mitra Bulog tersebut diprediksi mampu memasok 12.600 ton beras. Dinas Pertanian Jember pun terus mengimbau Gapoktan/Poktan untuk terus mendorong pasokan berasnya ke Bulog.

Rakor serupa juga digelar di Madiun dan Probolinggo. Kantor Sub Divre Madiun menargetkan serapan tahun 2018 sebesar 39.000 ton beras sedangkan realisasi hingga 27 Juni 2018 telah mencapai 63% atau sekitar 24.516 ton. Dilakukannya penanda tanganan kontrak jangka dengan PT. Sakti Ngawi telah mampu memasok gudang Bulog sebanyak 300 ton per hari beras kelas premium sedangkan dengan 4 mitra Bulog lainnya menyepakati kontrak PO sebesar 140 ton beras kelas medium.

Hingga pertengahan tahun 2018 ini, realisasi serapan di wilayah Divre Probolinggo sebesar 24.039 ton atau 45% dari target yang dipatok sebesar 59.000 ton beras. Terdapat sisa kontrak yang belum terealisasi sebesar 1.700 ton. Namun demikian, komitmen 18 mitra Bulog yang sebagian besar merupakan usaha penggilingan, Poktan dan KUD masih cukup besar hal ini ditunjukan dengan disepakatinya kontrak PO beras kelas medium sebanyak 5.050 ton.

Target serapan Bulog di wilayah Divre Bondowoso sebesar 27.899 ton dan saat ini serapan telah mencapai 24.906 ton setara beras (89,27%).

Salah satu hal menjadi atensi tim sergap terkait resiko penolakan beras mitra oleh Bulog bila kualitas beras di bawah standar (broken >20% atau kisaran 20-25%) dan butir menir > 2% atau kisaran 2-2,4%).

Bulog berkomitmen untuk mencapai target yang sudah ditentukan tanpa mengesampingkan kualitas pasokan beras yg diterima. Hal ini juga akan didukung oleh pemerintah melalui mekanisme disposal stock yg akan dilaksanakan setelah bulan Agustus mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *