Rabu, Agustus 22

Tanam Bawang Putih Disaat off Season

Dua hari berturut turut 3 dan 4 April 2018, BPTP Jawa Timur melaksanakan panen perdana produksi benih bawang putih. Bawang putih lokal yang dipanen paling awal di Desa Pujon Lor, Kec Pujon, Malang (1.115 m dpl) biasa disebut petani dengan bawang Kayu. Ciri khasnya yaitu batang tanamannya lebih keras dibanding bawang putih lainnya seperti berkayu serta berumur pendek sekitar 90-95 hst.

Hasil panen cukup menggembirakan karena walaupun ditanam saat musim hujan namun mampu menghasilkan umbi basah lebih 20 kali lipat dari benih awalnya. Dari benih awal tanam sebanyak 23 kg menghasilkan umbi basah 497,11 kg dan perkiraan hingga siap jadi benih mengalami susut bobot 50 %.

“Bawang lokal Kayu memiliki keragaan tanaman lebih kecil dan daun lebih sempit serta umur lebih genjah dibanding varietas Lumbu Kuning, Lumbu Hijau maupun Tawangmangu Baru. Harapannya dengan penerapan teknologi yang baik dan benar maka bawang Kayu bisa berumbi lebih besar dan setara dengan varietas unggul bawang putih lainnya” kata Ir. Baswarsiati, MS selaku penanggung jawab perbenihan bawang putih.

Dilokasi yang berbeda, hasil panen varietas unggul Lumbu Kuning sangat menggembirakan karena saat off season bawang putih yang ditanam di Desa Wonokerto, Sukapura, Probolinggo (1.408 m dpl) mampu menghasilkan ubinan 2,53 kg/m2. Umur tanaman saat panen 105 Hst. Konversi 15% per ha jadi 21,505 ton. Diperkirakan untuk jadi benih 2-3 bulan kedepan mengalami susut bobot sekitar 50% sehingga total hasil benih 10,5 t/ha.

Solusi harapan bertanam bawang putih di saat off season sudah terjawab salah satunya menggunakan varietas unggulan dengan menerapkan teknologi sesuai GAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *