Rabu, Oktober 16

Teknologi Balitbangtan, Ungkit Produktivitas Jagung Hingga Dua Kali Lipat

Situbondo, 3 September 2019 – Melalui program UPSUS Pajale pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional yang tinggi dan terus meningkat, diperlukan inovasi teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Badan Litbang Pertanian terus berupaya untuk menderaskan teknologi pertanian melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan di lapangan.

BPTP Jatim telah melakukan berbagai upaya dalam rangka percepatan adopsi teknologi oleh petani. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pendampingan teknologi peningkatan produktivitas jagung melalui implementasi inovasi teknologi di Kabupaten Situbondo. Melalui kegiatan “Temu Lapang Peningkatan Produktivitas Jagung” petani dapat menyaksikan sendiri bagaimana penerapan teknologi budidaya tanaman yang dapat melipatgandakan produktivitas jagung. Melalui penerapan teknologi Balitbangtan, hasil ubinan BPS diperoleh angka rata-rata produksi 14,4 ton/ha jagung pipil kering, sedangkan produktivitas rata-rata jagung di lokasi yang sama berkisar 5-6 ton/ha.

Temu lapang dihadiri oleh Kepala BPTP Jatim, Kepala Diperta Situbondo, Camat Kapongan, Danramil, Kapolsek, Kepala Desa, PPL dan Kelompok Tani. Kepala BPTP Jatim, Dr. Chendy Tafakresnanto menyampaikan dalam arahannya bahwa untuk meningkatkan produktivitas jagung di Kabupaten Sitobondo, yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah meningkatkan kualitas lahan, kemudian didukung oleh aspek agronomi, seperti penggunaan benih unggul dan pengaturan populasi tanaman. Peningkatan kualitas lahan dapat dilakukan dengan pengolahan tanah dalam, aplikasi pupuk organik, dekomposer, pupuk hayati, pengembalian biomassa, serta pemupukan berimbang. Dengan menerapkan aspek-aspek tersebut, demplot jagung seluas 1,5 hektar di Desa Kandang, Kec. Kapongan Situbondo panen dengan hasil berlipat. Dalam kegiatan ini diterapkan sistem tanam “double row” dengan pengaturan populasi dengan tanam rapat, yaitu (40 x 80) x 15 cm, populasi mencapai 111.000 tanaman/hektar.

Kepala Diperta Kab. Situbondo, Ir. Farid Kuntadi berterima kasih banyak atas banyak pendampingan teknologi yang telah dilaksanakan BPTP Jatim di Kab. Situbondo serta berharap agar teknologi ini dapat diadopsi secara luas oleh petani di Kab. Situbondo. Beliau juga berpesan kepada petani supaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dalam usaha taninya. Demikian pula disampaikan oleh Camat Kapongan, Buchari, S.E.T agar petani dapat melakukan ketok tular teknologi ini serta beliau berharap agar BPTP juga melakukan pendampingan teknologi di wilayahnya untuk komoditas yang lain seperti padi dan tanaman hortikultura.

Sebelumnya di lokasi lain, BBSDLP juga telah melaksanakan demfarm seluas 20 hektar melalui penerapan panca kelola lahan dan hasilnya sangat baik, mencapai >12 ton/hektar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *