BiOS Seri 4, Kupas Tuntas Manajemen Pakan dan Kesehatan Hewan
Jumat, Mei 20

BiOS Seri 4, Kupas Tuntas Manajemen Pakan dan Kesehatan Hewan

Malang, 14 April 2021 –BPTP Jawa Timur rutin menyajikan berbagai informasi dan pengetahuan seputar inovasi teknologi dan diseminasi pertanian melalui program Bimtek Online Series (BiOS) dengan narasumber peneliti dan penyuluh yang berkompeten. BiOS seri 4 kali ini merupakan rangkaian pembekalan tematik bagi calon mitra Strata II Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) BPTP Jawa Timur, namun tetap terbuka bagi umum. Bertindak sebagai moderator ialah Indra Bagus Raharjo, SST, M.Sc dengan narasumber yaitu Ahmad Mualif Abdurrahman, S.Pt., M.Sc, yang merupakan Peneliti BPTP Jawa Timur dengan materi “Pentingnya Manajemen Pakan” serta drh. Winda Syafitri yang juga merupakan Peneliti BPTP Jawa Timur dengan materi “Manajemen Kesehatan Hewan”.
Sesi pertama diawali dengan pembahasan manajemen pakan ayam KUB. Seperti yang kita tahu, pakan merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan budidaya ayam KUB dikarenakan pakan berfungsi untuk menjaga keberlangsungan hidup ternak, pertumbuhan, produksi telur dan daging, serta reproduksi. Namun demikian, tingginya biaya pakan dalam kegiatan budidaya ayam merupakan masalah yang sering dihadapi oleh peternak. Maka dari itu, diperlukan keterampilan untuk meramu berbagai macam pakan menjadi ransum yang tepat sehingga menghasilkan efektivitas pakan yang akan menurunkan biaya produksi pakan.
Pada sesi kedua di sampaikan materi mengenai manajemen kesehatan pada ayam KUB. Kegiatan manajemen kesehatan sejatinya dapat dilakukan melalui tindak pencegahan serta penanganan. Namun demikian, slogan “Mencegah lebih baik daripada mengobati” nampaknya sangat relevan bila diterapkan dalam kegiatan budidaya ayam KUB. Dengan melakukan upaya pencegahan penyakit secara maksimal, maka diharapkan akan meminimalisir kemungkinan ternak terjangkit oleh penyakit, baik yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Pada dasarnya kegiatan manajemen kesehatan pada ternak dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu biosecurity, vaksinasi, serta medikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *