Rabu, Desember 1

Gelaran Panen Raya di Mojoanyar Jadi “Gong” Penutup Kegiatan Demfarm BPTP Jatim

Mojokerto, 30 September 2021 – Hari terakhir di bulan September menjadi penutup rangkaian kegiatan demfarm BPTP Balitbangtan Jawa Timur. Bertempat di Desa Sadartengah, Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, dilakukan panen raya padi pada lahan seluas 10 Hektar milik kelompok tani “Mardi Tani”
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Mojokerto, Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Timur, DPRD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, Forkopimda Kecamatan Mojoanyar, Kepala Desa Sadartengah, Gapoktan Desa Mojoanyar, Poktan Mardi Tani beserta tamu undangan. Acara dimulai dengan kegiatan panen secara simbolis dan dilanjutkan dengan kegiatan ramah-tamah beserta serta diskusi.
Dalam sambutannya, Kepala BPTP Balitbangtan Jawa Timur Dr. Ir. Catur Hermanto, MP mengatakan bahwa kegiatan demfarm yang dilakukan merupakan wujud kolaborasi kementerian pertanian dengan komisi IV DPR RI Ir. Mindo Sianipar dalam upaya hilirisasi teknologi inovasi Badan Litbang Pertanian. Dalam rangkaian kegiatan demfarm, BPTP Jawa Timur mengenalkan 5 varietas unggul baru padi khusus dan spesifik lokasi yaitu Inpari 32, Inpari 42, Inpari 45, Pamelen (Padi Merah Pulen) dan IR Nutrizinc. Terkhusus IR Nutrizinc memiliki kandungan Zn tinggi mencapai 34,51 ppm dan di klaim dapat mencegah stunting. Keseluruhan kegiatan demfarm dikawal dengan paket teknologi lengkap dari mulai persiapan benih sampai dengan panen. Harapannya kedepan petani terbiasa menerapkan teknologi tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.
S.W Nugroho, DPRD Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan harapannya dapat memberikan peningkatan kapasitas SDM pertanian khususnya petani sehingga paket teknologi yang telah di sampaikan BPTP Balitbangtan Jawa Timur dapat diadopsi dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Bupati Mojokerto, dr. Ikfina Fahmawati, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan demfarm akan memberikan angka-angka yang menjadi acuan sehingga kelompok menjadi

mantap

memilih VUB yang akan digunakan selanjutnya. “Pemerintah saat ini sedang berupaya mengatasi berbagai permasalahan. Pertama adalah pandemi Covid-19. Disisi lain aktivitas ekonomi terutama pertanian tidak boleh ditinggalkan. Dan satulagi permasalahan lagi yaitu stunting. Dengan adanya beras tinggi Zinc, tentunya akan sangat membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Hal ini tentunya menjadi suatu prospek yang baik bagi poktan. Kedepanya diharapkan terus ada pendampingan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang pertanian”

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Drs. Teguh Gunarto M.Si. Beliau menyambut baik adanya demfarm 5 VUB padi spesifik lokasi dan padi khusus. Dengan adanya kegiatan demfarm diharapkan menjadi contoh kepada seluruh petani untuk menerapkan teknologi yang dibawa dalam kegiatan demfarm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *