Kamis, Januari 27

KALAU BISA TANAM, KENAPA BELI? PANEN DEMFARM MOJOKERTO MENJAWAB

Mojokerto, 12 Agustus 2021 – “Kalau bisa tanam, kenapa beli?” Demikian ungkapan yang disampaikan oleh Komisi IV DPR RI, Drs. H. Guntur Sasono, MSi dalam Serangkaian kegiatan Panen Demfarm VUB padi khusus dan spesifik lokasi kabupaten Mojokerto. Cukup beralasan dengan ungkapan ini, terkait dengan salah satu problem pertanian, yakni impor beras.
Balitbang Pertanian menjawab persoalan ini dengan demfarm, salah satunya di desa Pekuwon, kecamatan Bangsal. Dalam sambutannya Kepala BPTP Jatim, Dr. Ir. Catur Hermanto, MP menyampaikan bahwa Demfarm ini merupakan program Balitbangtan yang difasilitasi oleh Komisi IV DPR RI, dikawal dengan paket teknologi lengkap, serta pengawalan kelembagaan dan manajemen. Harapannya, teknologi tersebut dapat diadopsi oleh petani.

Acara yang dikemas secara sederhana dan mengikuti prokes Covid 19, ini dihadiri oleh Komisi IV DPR RI beserta ibu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Kepala BPTP Jatim, Kepala Balitjestro, Camat Bangsal, Kepala Desa Pekuwon, petugas lapang dan anggota kelompok tani. Dihadiri tak lebih dari 80 orang, diawali dengan panen bersama secara manual dan panen menggunakan combine harvester. Hasil panen Pamelen yang dilakukan demo memperoleh 1.200 kg pada luasan 1.000 m.

Dalam diskusi, bapak Guntur menyampaikan akan memperjuangkan kebutuhan petani, terutama alsintan, serta permasalahan di pertanian misal ketersediaan pupuk, impor, kartu tani, ketersediaan pangan dan lain sebagainya. Melalui demfarm ini diharap mampu meningkatkan produktivitas, mengurangi impor dan meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara itu Kadisperta Kabupaten Mojokerto berterima kasih karena demfarm ini sebagai penghargaan sekaligus pembelajaran bagi kabupaten Mojokerto. Kades Pekuwon menyampaikan bahwa Pemasaran Pamelen dan varietas baru lain yang semula dikhawatirkan petani dalam pemasaran, ternyata tidak terbukti. Memasuki masa panen, sudah banyak pembeli yang berminat membeli.
Di ujung acara, ibu Guntur Sasono yang ikut serta mendampingi, mencoba mencicip beras Pamelen, “Enak. Lebih pulen dari beras merah yang biasa saya konsumsi”, tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *