Rabu, Desember 1

Kami Haus Pendampingan Inovasi BPTP Jatim

Sumenep (28/11/2019) – Kemarau panjang tak hanya membuat petani merindukan air untuk lahan pertanian mereka, tetapi juga merindukan pendampingan inovasi-inovasi teknologi yang dihasilkan Balitbangtan. Adalah Temu Wicara Poktan/Gapoktan peserta Kaji Terap, mereka jadikan sebagai wadah untuk menyampaikan capaian, hambatan dan juga perkembangan dalam menerapkan teknologi inovasi. Menurut Penanggung Jawab kegiatan, Tini Siniati Koesno, salah satu tujuan Temu Wicara ini adalah sebagai ajang tatap muka antara petani dan penentu kebijakan, guna menciptakan umpan balik penentu kebijakan. Sebagai pengantar kegiatan Kaji Terap ini diawali dengan kegiatan Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP) berbasis VUB Padi dan Jajar legowo di Kecamatan Guluk-Guluk yang tersebar di 3 kelompok tani seluas 5 hektar. Antusias petani sekitar cukup tinggi hingga tahun 2016 berkembang menjadi 40 Ha di 4 kelompok tani. Tahun 2017 meningkat menjadi 10 kelompok dengan luasan 115 Ha. Tahun 2018 berkembang menjadi 24 kelompok dengan luasan 208 Ha. Selain itu juga dilakukan pengenalan VUB Jagung Hibrida. konsisentensi petani dalam menerapkan jajar legowo dan VUB padi ini juga akhirnya berkembang di Kecamatan Gapura yang menyebar di 27 kelompok tani, serta kecamatan Lenteng. Perkembangan ini tentu tak luput dari kerja keras dan peran serta penyuluh pendamping di antara petani. hal ini sesuai dengan program Kementerian Pertanian ke depan, yakni pentingnya penyuluh lapang sebagai garda terdepan pertanian. “Menteri Pertanian akan fokus terhadap peningkatan kapasitas penyuluh, dengan dukungan terhadap 500 BPP di Indonesia sebagai BPP model, dimana 50 BPP diantaranya berada di Jatim. Semua itu dikemas dalam kostratani, dimana BPTP Jatim berperan sebagai posko,” demikian ujar Chendy Tafakresnanto selaku Kepala BPTP Jatim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *