Kombinasi Ciamik, Padi Varietas Unggul Baru dengan Sistem Tanam Jajar Legowo
Jumat, Mei 20

Kombinasi Ciamik, Padi Varietas Unggul Baru dengan Sistem Tanam Jajar Legowo

Malang, 12 April 2021 – Raut wajah gembira tampak terpancar dari petani di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Hal ini dikarenakan pada hari Senin (12/04/2021) dilaksanakan panen perdana untuk mengawali panen raya padi Varietas Unggul Baru (VUB) di areal lahan seluas 11 Ha. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang beserta jajaran, petugas pendamping wilayah Wonosari, Kepala BPTP Jawa Timur dan staff, Camat Wonosari,Kelompok Tani Lawang Sari 1 serta petani sekitar lokasi panen.
Kelompok Tani Lawang Sari 1 merupakan salah satu kelompok tani binaan BPTP Jawa Timur yang pada mulanya belum pernah menerapkan sistem tanam jajar legowo, namun setelah mendapat pendampingan teknologi dari peneliti BPTP Jawa Timur yaitu Rohmad Budiono, SP, M.Sc maka kelompok tani Lawang Sari 1 mulai berkomitmen untuk menggunakan sistem tanam jajar legowo. Panen padi ini merupakan panen perdana yang menerapkan tanam jajar legowo 2 : 1 dengan VUB Inpari 32 yang mana benihnya berasal dari bantuan BPTP Jawa Timur. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan untuk membandingkan penggunaan sistem jajar legowo dan non jajar legowo, hasilnya adalah 10,2 Ton/Ha dengan jajar legowo, dan 9,44 Ton/Ha untuk non jajar legowo. Jumlah populasi (rumpun) untuk sistem tanam jajar legowo adalah 123 rumpun, dan non jajar legowo 100 rumpun. Berat hasil ubinan adalah 6,4 Kg dengan sistem tanam jajar legowo dan 5,9 Kg untuk non jajar legowo. Dari hasil ini petani dapat menyimpulkan bahwa sistem tanam jajar legowo memberikan hasil yang lebih baik daripada sistem tanam biasa.
Hal positif lainnya yang didapat dari petani pada budidaya padinya adalah aplikasi penyemprotan pestisida dengan menggunakan drone yang dilakukan bersama dengan pihak swasta ternyata memberikan cukup efektif dan bisa mengurangi serangan OPT. Selain itu, penyemprotan dengan menggunakan drone ternyata lebih efektif bila dibandingkan dengan penyemprotan secara manual yang memakan waktu dan biaya cukup besar.
Selain kelompok Tani Lawang Sari 1 di Desa Kluwut, sistem tanam jajar legowo 2:1 juga dilaksanakan oleh Kelompok Tani Margo Utomo di Desa Plandi yang letaknya bersebelahan dengan Desa Kluwut pada lahan seluas 10 Ha dan akan mulai panen pada bulan Mei mendatang . Harapannya, hasil yang diperoleh juga tidak akan jauh berbeda dengan yang ada di Desa Kluwut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *