Kamis, Januari 27

Pandemi Covid-19 Tak Halangi Semangat Petani Karangploso Mempersiapkan Produksi Bawang Putih

Ketahanan pangan merupakan hal yang mutlak ditengah kondisi darurat saat ini, termasuk di dalamnya penyediaan komoditas strategis masyarakat. Hal inilah yang selalu didengungkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Untuk mendukung hal tersebut, BPTP Jatim berupaya untuk terus melakukan kolaborasi dengan sejumlah petani kooperator yang memiliki tekad dan semangat dalam memproduksi benih bawang putih berkualitas, sebagai usaha untuk meningkatkan ketersediaan bawang putih di pasaran.

Diawali tahun 2017 dan 2018, dimana umumnya kegiatan produksi benih oleh BPTP Jatim terkonsentrasi pada daerah dataran tinggi, yaitu sekitar wilayah Gunung Bromo (Kab Pasuruan-Probolinggo) pada ketinggian lebih dari 1300 mdpl, dan wilayah Pujon Kab Malang pada ketinggian kira-kira 1100 mdpl.

Kini pelaksanaan produksi benih bawang putih varietas Lumbu Hijau beralih ke dataran lebih rendah yaitu di ketinggian 750 mdpl, tepatnya di desa Tawangargo, Kec Karangploso, Kab Malang. Hal ini tentunya berpedoman pada hasil kajian sebelumnya bahwa penanaman saat musim hujan pada dataran tinggi yang merupakan lokasi lahan kering, produksinya tidak sebaik saat ditanam pada musim kemarau.

Untuk itu di tahun 2019, BPTP Jatim melakukan pengalihan lokasi produksi benih bawang putih ke dataran rendah (lahan sawah) dengan waktu tanam bulan Mei-Juni di Kec Karangploso, Kab Malang. Didapat hasil panen cukup memuaskan yaitu sekitar 12-15 ton kering sawah dengan kualitas umbi bagus karena tidak terpapar hujan hingga saat panen.

Dengan melihat keberhasilan tanam perdana dari 10 orang petani di tahun 2019, maka jumlah petani kooperator yang akan bekerjasama untuk melaksanakan produksi benih bawang putih pada tahun 2020 meningkat menjadi 21 petani kooperator. Walaupun wabah Covid-19 melanda, tidak menyurutkan petani untuk menanam, dimana kegiatan produksi benih bawang putih oleh BPTP Jatim tetap berlangsung dengan menanam benih bawang putih varietas Lumbu Hijau seluas 3 hektar bersama kelompok tani Tani Mulya, di desa Tawangargo, Kec Karangploso, Kab Malang.

Adapun sejumlah persiapan penanaman telah dilaksanakan, diantaranya: a) Pelaksanaan SOP budidaya bawang putih; b) Sarana produksi benih bawang putih varietas berlabel; c) Pupuk kandang hasil produksi kelompok; d) Olah lahan. Oleh karena itu diharapkan akhir bulan Mei hingga awal bulan Juni sudah dilakukan penanaman. Pembentukan umbi diperkirakan sekitar bulan Juli – Agustus dimana umbi akan terpapar suhu dingin atau biasa disebut “bediding” yang akan meningkatkan kualitas umbi.

Sesuai dengan SOP budidaya bawang putih yang telah diterbitkan BPTP Jatim sebagai bahan penuntun petani melaksanakan kegiatan produksi, maka kebutuhan benih berkisar 600 kg/ha, kebutuhan pupuk dasar per ha berupa pupuk kandang 20 ton dan 300 kg SP 36. Sedangkan pupuk susulan berupa 600 kg NPK dan 200 kg KCl yang diberikan saat tanaman berumur 20, 40 dan 60 hari setelah tanam.

Terkait pengendalian hama dan penyakit diterapkan konsep PHT, sedangkan pemeliharaan tanaman dilakukan secara optimal. Seleksi pertanaman dilakukan sejak masa vegetatif hingga generatif dan seleksi calon benih dilakukan saat umbi dipanen hingga saat disimpan dalam gudang penyimpanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *