Scientific Book Salah Satu Target BPTP Jawa Timur
Jumat, Mei 20

Scientific Book Salah Satu Target BPTP Jawa Timur

Malang, 27 April 2021 – Karangkitri Jawa Timuran kali ini membahas tentang strategi-strategi yang diambil BPTP Balitbangtan Jawa Timur dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19, bersama dengan Dr. Ir. Catur Hermanto M.P dan Raden Dani Medionovianto, S.Pt.

Di masa pandemi, BPTP Balitbangtan Jawa Timur mendorong adanya riset mandiri, baik yang dilaksanakan di BPTP Balitbangtan Jawa Timur maupun kegiatan riset yang dilakukan diluar BPTP Balitbangtan Jawa Timur. Selanjutnya dilakukan pendalaman dengan menggali ulang apa yang dimiliki BPTP Balitbangtan Jawa Timur selama ini. Targetnya berupa scientific paper (jurnal) yang diharapkan menjadi scientific book, sehingga scientist saat pensiun dapat meninggalkan karya yang bermanfaat. Pada awal pandemi, BPTP Balibangtan Jawa Timur melakukan penakaran ketahanan pangan di Provinsi Jawa Timur dengan melihat kondisi eksisting di awal pandemi, serta melihat apakah ada perubahan perilaku petani di lapangan dan perubahan pola konsumsi. Kegiatan ini dilakuakan selama 2 bulan, yaitu pada Bulan Mei dan Juni 2020 dengan kesimpulan bahwa ketahanan pangan di Jawa Timur berada dalam taraf aman.
Salah satu program yang dilakukan BPTP Balitbangtan Jawa Timur adalah diseminasi inovasi teknologi pertanian yang di lakukan secara daring bertajuk Bimtek Online Series (BiOS). Di tahun 2020, dari 26 pertemuan yang dilakukan terdapat 33 ribu viewer yang 60% diantaranya berasal dari luar jawa. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan BiOS yang dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Jawa Timur. Pada tahun ini teknis BiOS di kembangkan menjadi sebuah sistem kelas, dimana peserta terdaftar sebagai student dan narasumber terdaftar menjadi teacher, sehingga peserta dan narasumber dapat berinteraksi secara intensif bahkan setelah sesi BiOS berakhir. Selain kegiatan bimtek yang dilakukan secara daring, BPTP Balitbangtan Jawa Timur juga masih melakukan kegiatan bimtek on site yang dilakukan diluar kelas dengan bertemu kelompok tani untuk bediskusi perihal teknis budidaya maupun kelembagaan petani agar kelompok tersebut dapat menjadi semakin capable dan dinamika dalam kelompok tani semakin baik.
Selain itu pada tahun ini dilakukan kegiatan demfarm padi khusus di 9 lokasi dengan luasan 10 Ha di masing-masing lokasi dengan pembagian 2,5 Ha berupa demo teknologi dan protokol produksi benih, serta 7,5 Ha berupa paket teknologi budidaya padi dengan 5 varietas. Kegiatan demfarm ini didesain dengan rancangan percobaan yang diamati dari semua disiplin ilmu, mulai dari sisi agronomi, hama penyakit, pemuliaan, pasca panen dan sosial ekonomi. Output kegiatannya berupa scientific demfarm, policy paper untuk pemerintah daerah Jawa Timur, serta buku tentang paket teknologi spesifik lokasi di Jawa Timur. Selain kegiatan demfarm, BPTP Balitbangtan Jawa Timur merencanakan event yang akan digelar pada akhir Bulan Mei atau awal Bulan Juni berkaitam dengan Hari Keanekaragaman Hayati dan Hari Krida Pertanian berupa lomba dan pameran pembuatan tempe dari aneka kacang. Latar belakang kegiatan ini adalah tingginya tantangan pada produksi kedelai dalam negeri sehingga sampai saat ini kita masih bergantung kepada import komoditas kedelai. Kegiatan ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat secara langsung berkaitan dengan ide pembuatan tempe dari berbagai jenis kacang-kacangan yang ada di Indonesia.
Harapannya, kedepan pertanian Indonesia dapat menjadi pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Agar bisa maju, litbang dan inovasi harus bekerja dengan baik karena tidak ada kemajuan suatu negara tanpa kemajuan litbangnya. Litbang sendiri terdiri dari berbagai komponen. Yang pertama adalah program, yaitu dengan desain program yang bagus yang kemudian muncul menjadi desain riset. Kedua adalah Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu bagaimana mengembangkan SDM agar dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dan yang ketiga adalah meningkatkan dan memaksimalkan fasilitas yang dimiliki. Dalam praktiknya, upaya peningkatkan kapasitas SDM dan fasilitas memerlukan kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *