Rabu, Desember 1

Temu Lapang Kegiatan Kajian Paket Teknologi Proliga Cabai di Malang

Malang,12 September 2019 – Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang turut berkontribusi pada angka inflasi nasional. Ketersediaan cabai di musim tertentu yang terbatas jumlahnya menyebabkan fluktuasi harga di pasaran. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian pun terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura tersebut melalui perbaikan teknologi salah satunya berupa paket teknologi produksi lipat ganda (Proliga)cabai. Proliga cabai merupakan paket teknologi yang di perkenalkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Beberapa teknologi yang dapat menjadi pengungkit produksi, efisiensi biaya dan mengurangi kehilangan hasil yaitu: penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, peningkatan kepadatan populasi tanaman, pengelolaan tanah, hara dan air serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Sejalan dengan hal tersebut, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur bersama Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) telah menggelar demplot kajian Proliga cabai di Kabupaten Blitar dan Malang. Kajian ini merupakan kegiatan on-farm Yang melibatkan petani secara partisipatif. Demplot Proliga di Malang berlokasi di lahan kelompok tani (Poktan) “Tri Rejeki” Desa Bocek Kecamatan Karangploso pada lahan sawah seluas 2500 meter persegi. Di Kabupaten Blitar, demplot dilaksanakan di lahan Poktan “Tani Sumber Pangan II” Desa Sumberboto Kecamatan Wonotirto pada lahan kering seluas 4500 meter persegi. Demplot kajian Proliga ini bertujuan agar teknologi tersebut dapat secara langsung dikaji bersama teknologi eksisting yang diterapkan petani secara berdampingan. Dari lokasi demplot kajian Proliga di kedua Kabupaten tersebut, BPTP Jatim bersama petani kooperator menerapkan paket teknologi Balitbangtan (Proliga) meliputi: penggunaan varietas unggul Balitbangtan cabai merah CIKO dengan populasi tanaman 30.000 tanaman/ha ditanam zigzag berjarak 50 cm x 70 cm, jumlah tanaman 1 dan 2 per lubang, tempat persemaian sebelum ada semaian disemprot dengan insektisida Spirotetramate+ Imidakloprid 1 ml/l, kemudian dipasang perangkap kuning untuk memantau Bemisia tabacci sampai populasi nol dan perendaman benih dalam larutan fungisida propamokarb hidroklorida 1 ml/l selama 1 jam. Bedengan diberi naungan sungkup tertutup rapat dari kain nylon kerapatan 50 mesh/cm2. Setelah semaian berumur 2-3 minggu (3 daun sejati) diimunisasi inducer daun bunga pagoda. Pemangkasan pucuk bibit di persemaian dilakukan seminggu sebelum tanam agar terbentuk lebih banyak cabang tersier tempat bunga dan buah tumbuh. Keragaan hasil sementara yang dilaporkan saat temu lapang kajian Proliga Cabai di Desa Bocek (12/09), bahwa teknologi Proliga mampu menghasilkan jumlah cabang tertier kisaran 83-105 dan rerata jumlah bunga dan buah lebih banyak dibandingkan teknologi eksisting petani baik di Malang maupun Blitar. Dari testimoni petani kooperator dengan melihat hasil buah varietas unggul Balitbangtan Ciko akan mencapai 1,3 -1,5 kg per tanaman. Selain itu kelebihan varietas Ciko daun dan batang lebih kekar serta tanaman tidak tinggi sehingga tidak diperlukan tali penyangga dan tidak mudah roboh. Varietas Ciko juga memiliki toleransi tinggi terhadap Thrips, tungau maupun ulat Spodoptera exigua dibandingkan varietas eksisting petani. Dengan melihat dan menerapkan secara langsung paket proliga cabai Balitbangtan maka petani dan Diperta Kabupaten Malang sangat antusias sehingga ingin mengembangkan teknologi tersebut lebih lanjut di wilayah lainnya. Acara temu lapang dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. Hardiyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang, Kepala BPTP Jatim Dr. Chendy Tafakresnanto, Kepala Balitsa Dr. Catur Hermanto, Muspika Karangploso, penyuluh, POPT dan Poktan kooperator dan petani undangan dari wilayah Malang, Banyuwangi dan Blitar. “Balitbangtan telah sekian kalinya meluncurkan teknologi pada berbagai komoditas dan PROLIGA ini adalah salah satu yg diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tanaman cabai”, ujar Kepala BPTP Jatim dalam sambutan pembukanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yg diwakili Kabid Hortikultura menerangkan bahwa produksi cabai merah Jatim sudah surplus dengan harga saat ini berkisar Rp.15.000 per kg. “Kami juga terus mengawal agar petani menerapkan SOP GAP serta melakukan updating apabila ada perkembangan atau teknologi hasil terbaru”, ujar Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim. Kepala Puslitbanghorti menyampaikan bahwa demplot kajian Proliga di Desa Bocek harus bisa diterapkan meluas ke wilayah lainnya sehingga muncul kawasan sentra yang menerapkan proliga cabai. Disalah satu sesi acara,para petani berkesempatan untuk berdiskusi dengan tim peneliti dari kajian ini dan dipandu oleh Kepala BPTP Jatim dan Kepala Balitsa serta melihat kondisi pertanaman di areal demplot.

LEBIH SEDIKIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *