Kamis, Januari 27

Terbukti!! VUB Padi Balitbangtan Mampu Lampaui Produksi Petani di Probolinggo

(Probolinggo, 18/08/2021) – Badan Litbang Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur telah melakukan demfarm varietas unggul baru (VUB) padi khusus dan spesifik lokasi di Beberapa lokasi salah satunya di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan demfarm ini merupakan show window penerapan teknologi khususnya komoditas padi sawah.Tercatat ada 5 varietas padi sawah yang ditanam dilokasi demfarm yakni: Inpari-45, Inpari-32, Inpari-42, Padi Merah Pulen (Pamelen) dan Nutrizinc.
Teknologi lengkap yang diterapkan dilokasi demfarm seluas 10 ha menggunakan sistem tanam jajar legowo super 2:1 dengan penerapan mekanisasi alsintan baik saat tanam maupun panen.

Hasil demfarm menunjukkan hasil yang memuaskan. Produktivitas VUB yang ditanam mampu melebihi produktivitas padi eksisting Ciherang dan Memberamo di lokasi tersebut yang hanya sebesar 4- 4,2 ton/ha. Dari hasil ubinan dilaporkan juga bahwa produktivitas varietas Pamelen di lokasi demfarm sebesar 5,96 ton/ha, Nutrizinc sebesar 4,55 ton/ha, Inpari-45 sebesar 7,58 ton/ha, Inpari-42 sebesar 7,75 ton/ha, Inpari-32 sebesar 5,65 ton/ha dengan rata-rata kadar air 25%.

Diakhir penghujung kegiatan demfarm ini, BPTP Jatim menggelar panen di lokasi demfarm milik anggota kelompok tani “Sidomakmur IV” di Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan yang dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Drs.H. Hasan Aminuddin.,M.Si, Kepala BPP2TP Bogor Dr. Ir. Fery Fahruddin Munir.,M.Sc, Kepala BPTP Jatim Dr. Catur Hermanto.
Demfarm ini terlaksana dalam kerangka kemitraan kerja antara Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian dalam jejaring aspirasi di masing-masing wilayah Dapil.

“Ada amanah APBN dalam upaya peningkatan kualitas pertanian rakyat, maka melalui demfarm ini saya juga berharap agar petani tidak terus bertani secara monoton tapi dapat menggunakan benih baru untuk meningkatkan kualitas dan produksinya” ujar Hasan.

Ketua Kelompok tani “Sidomakmur IV” H. Taufik menyampaikan bahwa kegiatan demfarm mampu meningkatkan hasil sebesar 3 ton/ha dengan harga saat ini sebesar Rp.4000/kg GKP. “Demfarm ini menunjukkan pada masyarakat petani sekitar bahwa tidak hanya Ciherang dan Memberamo yang bisa ditanam dan menghasilkan, varietas padi baru ini juga terbukti bisa ditanam”, tutur Taufik.
Tidak hanya memberikan pendampingan teknis selama pelaksanaan demfarm, BPTP Jatim juga memberikan pendampingan dalam upaya penumbuhan kelembagaan penangkar padi di lokasi tersebut. Dari 10 ha lahan demfarm terdapat 2,5 ha lahan yang khusus dijadikan lokasi pembelajaran penangkaran. Benih yang dihasilkan dari lokasi tersebut pun sudah didaftarkan guna proses sertifikasi benih.
Kepala BBP2TP menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI terus memberikan dukungan sumber daya anggaran khususnya pada Badan Litbang Pertanian terutama dalam penyediaan benih unggul padi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *