Rabu, Desember 1

TROWULAN KUPAS TUNTAS PERBENIHAN PADI “YANG BENAR”

Mojokerto, 28 September 2021 – Sejumlah petani padi di Dusun Wates Lor, Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto bertekad untuk belajar prosedur perbenihan padi melalui Bimbingan Teknis Perbenihan dengan tema “Pengembangan Benih/Bibit Unggul”. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta sejumlah 100 orang yang terdiri atas petani kooperator kegiatan perbenihan BPTP Jatim (anggota kelompok tani Sejahtera III), petani diluar kooperator dan petugas penyuluh pendamping.
Kegiatan ini disambut baik banyak pihak, salah satunya adalah Kades Balongwono yang menyatakan bahwa Bimtek ini sebagai kebanggaan bagi desa karena 50% mata pencaharian adalah sebagai petani. Harapannya semoga dengan adanya kegiatan bimtek ini menjadi peluang bagi petani untuk lebih bersemangat dan produksi berlipat.
Dr. Catur Hermanto, MP, Kepala BPTP Jawa Timur memotivasi dengan Bimtek ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang prosedur memproduksi benih secara benar. “Harapan saya lahir penangkar dari desa ini”
Sementara itu Koordinator penyuluh Kabupaten Mojokerto yang mewakili kepala Dinas berharap bimtek ini mendapat feedback dari petani agar diterapkan dan ditularkan pada petani lain. “Karena Program-program dari BPTP Jatim maupun aspirasi memiliki tujuan yang sama, yaitu peningkatan produksi dan berujung pada peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.
Maya Rahmatia, perwakilan dari anggota Komisi IV DPR RI dalam sambutannya menyatakan bahwa Bimtek perbenihan ini dalam rangka menuju pertanian 4.0, yakni modernisasi pertanian untuk kesejahteraan petani secara nasional, khususnya di wilayah Jatim 8 (Mojokerto).
Bimtek secara resmi dibuka oleh ibu Retno Guntur Sasono, dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan benih, pupuk dan pestisida pada kelompok tani Sejahtera III sebagai pendukung kegiatan perbenihan seluas 6 hektar. Benih yang diserahkan adalah VUB Inpari 32 sebanyak 300 kg.
Materi bimtek yang disampaikan antara lain “Prosedur Sertifikasi Benih Berlabel” dari UPTPSBTPH Provinsi Jatim. Dilanjutkan dengan materi “Mandiri Benih” dan “Inovasi Balitbangtan Jajar Legowo” yang disampaikan oleh peneliti BPTP Jatim.
Dalam diskusi, petani cukup antusias menanyakan dan berkeinginan untuk menjadi penangkar. Semoga harapan ini segera terwujud. Jayalah Terus Pertanian Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *